Kesalahan Yang Harus Dihindari karena Bisa Membuat Bisnis Anda hancur

Artikel kali ini akan membahas tentang Kesalahan Yang Harus Dihindari karena Bisa Membuat Bisnis Anda hancur,  Kita tentu banyak mendengar, sebuah bisnis baru yang tutup setelah beberapa saat berjalan. Menurut sebuah riset dari Small Business Association (SBA) sekitar 30% bisnis baru gagal di tahun keduanya.

Tentunya, Anda tidak ingin hal itu terjadi pada bisnis Anda. Dengan mempunyai rencana dan pembiayaan bisnis yang cukup, bisnis Anda punya kesempatan berhasil. Untuk itu, hindari kesalahan di bawah ini:

1. Tidak melakukan riset pasar

Misalnya Anda berniat membuka sebuah minimarket, semua modal sudah disiapkan. Tapi Anda tidak bisa melihat kenyataan bahwa lokasi tempat Anda membuka minimarket sudah memiliki banyak kompetitor. Hal ini membuat ceruk pasar semakin sempit.

Kesalahan seperti inilah yang membuat bisnis gagal. Anda harus bisa mencari apa yang dibutuhkan oleh pasar, bukan memaksakan keinginan Anda masuk ke pasar.

2. Tidak adanya rencana bisnis

Sebuah rencana mutlak dibutuhkan sebuah bisnis. Dalam rencana itu, Anda harus memuat target yang realistis dan bagaimana mencapai target tersebut. Selain itu, Anda harus memberikan prediksi masalah yang akan menghadang serta solusinya. Jika Anda tidak mempunyai rencana bisnis, maka operasional bisnis Anda akan berjalan tanpa arah.

3. Tidak punya modal cadangan

Bisnis baru mungkin tak langsung menguntungkan. Jika modal Anda seret dan bisnisnya sudah diambang kematian, Anda akan kesulitan mencari pinjaman.

Untuk mencegah hal itu terjadi, Anda harus menyiapkan modal cadangan. Dengan modal pinjaman yang besar dalam membuka bisnis bukanlah awal yang baik untuk bisnis Anda.

4. Merasa telah sukses

Setelah Anda merumuskan rencana, menjalankan bisnis dan mendapatkan basis pelanggan yang banyak, jangan terlalu puas dengan hasilnya. Bisa jadi ini belum waktunya untuk merasa puas. Terus pantau situasi pasar dan cari tahu apakah Anda harus mengubah rencana bisnis anda.

Berada di posisi paling dibutuhkan membuat Anda punya banyak waktu untuk mempertahankan strategi sehingga bisa tetap sukses.

Sebab Terjadinya Perang Khandaq

Sebenarnya, apakah yang melatar belakangi dari pertempuran ini, Sebab tentunya tak ada sebab jika tak ada akibat. Maka berikut akan diuraikan mengenai 2 penyebab perang khandaq berserta kronologi jalannya pertempuran. Simak selengkapnya.

1). Pengusiran Kaum Bani Nadhir

Penyebab utama perang Khandaq sendiri adalah adanya pengusiran  terhadap orang-orang Yahudi. Setelah diusir mereka kemudian ditempatkan di Khaibar, sebuah wilayah di luar Kota Madinah.
Tentunya terdapat penyebab tersendiri mengapa sampai-sampai kaum Yahudi ini diusir. Berdasarkan sejarah, pengusiran terjadi karena disebabkan oleh adanya penghiatan dari kaum Bani Nadhir.
Penghiatatan tersebut kemudian membuat Nabi Muhammad SAW kemudian memutuskan untuk mengeluarkan kaum Bani Nadhir dari wilayahnya.
Kelompok Bani Nadhir kemudian berangkat ke Khaibar dan memprovokasi kaum Yahudi untuk berperang dengan Nabi saw dan ini merupakan sebab asli dari terjadinya perang Khandaq.
Provokasi ini cukup berhasil, sebab kaum Yahudi menyanggupi ajakan perang melawan umat Muslim yang dipimpin oleh Rasulullah di Madinah.
Kaum Yahudi Dan Umat Muslim telah memiliki sejarah yang panjang mengenai permusuhan antara keduanya.
Terlebib lagi kaum Yahudi memiliki ambisi untuk bisa kembali menguasai wilayah Madinah yang kini ditinggali oleh mayoritas kaum Muslimin dan dipimpin oleh Nabi Muhammah SAW.

2). Kerjasama Kaum Bani Nadhir,  Kaum Yahudi dan Quraisy

Setelah itu, kaum Yahudi dari bani Nadzir dan bani Wail seperti Huyai bin Akhthab Nadzari, Salam bin Abi al-Huqaiq Nahzari, Kananah bin Rabi’ bin Abi al-Huqaiq Nadhari, Haudzah bin Qais Waili dan Abu Ammar Wail.
Mereka berangkat ke kota Mekkah dalam rangka mengajak Abu Sufyan dan kaum Quraisy untuk berperang dengan Nabi Muhammad saw.
Abu Sufyan menerima usulan mereka untuk bersekutu dan bekerja sama dalam memusuhi dan memerangi Rasulullah saw, dimana kaum Yahudi dan kaum Quraisy pun bersatu.
Kemudian, orang-orang Yahudi tersebut berangkat ke kabilah Gathafan yang dipimpin oleh Uyainah bin Hishn Fazari dan dengan menjanjikan satu tahun kurma Khaibar, agar mereka mau ikut bersama memerangi Nabi saw. 
Kemudian mereka pergi ke bani Sulaim bin Manshur dan meminta kerja samanya untuk ikut dalam peperangan ini.
Pasukan ini kemudian tergabung kedalam pasukan Musyrikin dari seluruh kabilah (Ahzab) dalam peperangan ini mencapai 10.000 pasukan
Pertempuran juga disebut sebagai Pertempuran Konfederasi (bahasa Arab غزوة الاحزاب). Al-Qur’an menggunakan istilah sekutu (Arab الاحزاب) dalam surah Al-Ahzab [Quran 33:9-32] untuk menunjukkan konfederasi Arab pagan dan Arab Yahudi terhadap Islam.
Pengepungan adalah “pertempuran kecerdasan”, di mana para ahlik taktik Muslim mengatasi lawan-lawan mereka, sementara jatuh korban sangatlah sedikit.
Upaya konfederasi untuk mengalahkan kaum Muslim gagal, dan kekuatan Islam menjadi berpengaruh di wilayah tersebut. Akibatnya, tentara Muslim mengepung sekitar Banu Qurayza, yang mengarah ke penyerahan tanpa syarat mereka.
Kekalahan itu menyebabkan Mekah kehilangan perdagangan mereka dan sebagian besar adalah kehormatan harga diri mereka.
Kisah Perang Khandaq Menggali Parit
Untuk melindungi Madinah dari serangan gabungan, maka dibuatlah parit sebagai strategi berperang untuk menghindari serbuan langsung dari pasukan Al-Ahzab Quraisy dan bani Nadhir.

Sumber : BLOG GUES 



 

Hal Yang Harus Dilakukan Saat Mendengar Adzan

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Hal Apa Saja Yang Harus Dilakukan Pada Saat Mendengar Adzan Sebelum Sholat Berjamaah Dimasjid.
Adzan merupakan syiar agama paling agung untuk mengabarkan kepada seluruh umat muslim akan datangnya waktu shalat wajib. Lima kali dalam sehari kita mendengarkan adzan berkumandang.
Biasanya pada saat adzan berkumandang, apa yang anda lakukan? Diam atau acuh tak acuh? Sebenarnya dalam islam ada adab–adab yang berlaku saat kita mendengarkan adzan,

Hal Yang Harus Dilakukan Saat Mendengar Adzan Sebelum Sholat Berjamaah, antara lain:

1. Diam Dan Menghentikan Aktivitas Kita Sejenak

Diriwayatkan dalam sebuah hadist : “Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika adzan, jika tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya.”
Sejatinya kita memang harus menghormati suara adzan itu sendiri karena banyak fadilahnya (keuntungan) di dalamnya.
Jika kita berada di dalam suatu keadaan misalnya meeting, diskusi atau pidato, kita bisa minta secara sopan untuk berdiam sejenak hingga adzan selesai lalu melanjutkan pembahasan.

2. Mengulangi Ucapan Muadzin Sambil Bershalawat

Diriwayatkan dalam sebuah hadist Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِىَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِىَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ
“Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah pada Allah untukku. Karena wasilah itu adalah tempat di surga yang hanya diperuntukkan bagi hamba Allah, aku berharap akulah yang mendapatkannya. Siapa yang meminta untukku wasilah seperti itu, dialah yang berhak mendapatkan syafa’atku.” (HR. Muslim no. 384).

3. Berdoa Untuk Memohon Ampunan

Diriwayatkan dalam sebuah hadist Dari Sa’ad bin Abi Waqqash, Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا. غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ
“Siapa yang mengucapkan setelah mendengar adzan: Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarika lah wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh, radhitu billahi robbaa wa bi muhammadin rosulaa wa bil islami diinaa
(Yang artinya: Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, aku ridha sebagai Rabbku, Muhammad sebagai Rasul dan Islam sebagai agamaku), maka dosanya akan diampuni.” (HR. Muslim no. 386).

4. Memanjatkan Doa Sesuai Keinginan Kita

Salah satu waktu mustajab terkabulnya doa ialah setelah adzan. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Ada dua do’a yang tidak ditolak -atau sedikit sekali ditolak- yaitu doa setelah adzan dan doa ketika perang saat sebagian mereka merapat dengan sebagian yang lain.” (HR. Abu Dawud no. 2540).
Diriwayatkan dalam sebuah hadist Dari Abdullan bin Amr bahwa seseorang pernah berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya muadzin selalu mengungguli kami dalam pahala amalan.”
Rasulullah SAW bersabda, “Ucapkanlah sebagaimana disebutkan oleh muadzin. Lalu jika sudah selesai kumandang adzan, berdoalah, maka akan diijabahi (dikabulkan).” (HR. Abu Daud no. 524 dan Ahmad 2:172).
Jadi setelah adzan jangan langsung terburu-buru beraktivitas, Luangkan waktu sebentar untuk berdoa  sebanyak–banyaknya sesuai keinginanmu.

5. Meminta Wasilah Serta Keutamaan Bagi Rasulullah

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ ،حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barangsiapa mengucapkan setelah mendengar adzan ‘allahumma robba hadzihid da’watit taammah wash sholatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda alladzi wa ‘adtah’
( Yang artinya; Ya Allah, Rabb pemilik dakwah yang sempurna ini (dakwah tauhid), salat yang ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad wasilah (kedudukan yang tinggi), dan fadilah (kedudukan lain yang mulia). Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqom (kedudukan) terpuji yang telah Engkau janjikan padanya), maka dia akan mendapatkan syafaatku kelak.” (HR.Bukhari no. 614).

6. Menyegerakan Shalat

Ibnu Jarir dalam kitab tafsirnya berkata, dari Al Auza’i, dari Musa bin Sulaiman, dari Al Qosim bin Mukhoymiroh mengenai firman Allah Ta’ala,
فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ
“Dan datanglah orang-orang setelah mereka yang menyia-nyiakan shalat.” (QS. Maryam: 59)
Al Qosim berkata bahwa yang dimaksud ayat ini adalah “Mereka yang menyia-nyiakan waktu shalat. Sedangkan jika sampai meninggalkan shalat, maka kafir.”

7. Tidak Keluar Dari Masjid Atau Mushala Setelah Adzan

Hendaknya usai adzan berkumandang, muslim membaca doa setelah adzan dan melaksanakan sholat sunnah qabliyah atau tahiyatul masjid.



Sumber : BAITI NURAFIATI